59 Santri Belajar Menulis

BERI MOTIVASI – Gus Aqib Malik sedang memotivasi peserta pelatihan jurnalistik di Pondok Pesantren Al Adalah Padasari, Sabtu (15/4).

 

JATINEGARA – Media Center NU

Sedikitnya 59 santri dan pelajar mengikuti pelatihan jurnalistik. Bertempat di Pondok Pesantren Al Adalah, Padasari, Jatinegara, Sabtu (15/4) mereka mengikuti kegiatan tersebut dengan serius.

 

Salah seorang santri, Fatoni, mengaku baru mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik. Dia menuturkan, di pondok pesantren tempat dia menuntut ilmu, pihaknya memang dituntut untuk belajar mengaji dan menulis. Namun, menulis yang dia pelajari berbeda dengan menulis berita.

 

”Kami sangat senang mendapatkan ilmu jurnalistik. Mudah-mudahan kami dapat membuat berita, paling tidak kami mengetahui berita yang benar itu seperti apa,” katanya.

 

Dalam kegiatan itu yang digagas oleh Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) dan Rabithan Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahldatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal itu dalam bentuk Road Show Jurnalistik itu tidak hanya diberi metari jurnalistik. Mereka juga diberi motivasi oleh kader muda NU Kabupaten Tegal Gus Aqib Malik.

 

”Dengan menulis, otomatis kita harus membaca, dengan membaca otomatis ada input pengetahuan yang didapatkan. Dengan menulis juga kita tidak akan terkubur oleh zaman,” kata pengurus Lakpesdam NU Kabupaten Tegal saat acara yang dikemas dengan tema Santri Menulis itu.

 

Sementara itu, Ketua panitia Wartono menuturkan bahwa kegiatan Road Show Jurnalistik tersebut merupakankegiatan tahap dua. Dimana sebelumnya telah diadakan di Pondok Pesantren Al Amiriyah Kambangan. Dia menjelaskan, kegiatan Road Show ini akan dilakukan di semua kecamatan dengan peserta dari santri dan pelajar di wilayah kecamatan tersebut. Tujuannya agar para santri dan pelajar ini mampu menulis dan membuat berita yang benar.

 

”Saat ini sedang ramai berita bohong atau yang dikenal hoax. Karena itu, kader NU harus mampu melawan berita bohong itu. Salah satunya melalui pelatihan jurnalistik dengan peserta santri dan pelajar,” ungkapnya.

 

Dia menjelaskan, peserta yang mengikuti itu diambil dari perwakilan santri di kecamatan atau majlis wakil cabang (MWC) NU yang bersangkutan. Begitu juga dengan pelajar. Mereka merupakan perwakilan dari sekolah setingkat SLTA dibawah naungan Maarif NU. ”Ini adalah kegiatan yang kedua kali. Mudah-mudahan selanjutnya berjalan dengan sukses,” harapnya. (hajir/ltn)

banner 468x60)

59 Santri Belajar Menulis LTN Gelar Santri Menulis Santri Menulis

Related Post