Basa Basi Dalam Pandangan Agama Islam

Basa Basi dalam Pandangan Agama Islam

Basa Basi dalam Pandangan Agama Islam

Tegal, NU Media Center.

Dalam pergaulan sehari-hari seseorang biasa bertemu dengan orang lain,  baik yang baik maupun yang tidak,  baik yang disukai maupun yang tidak. Bagi orang yang beradab,  interaksi tersebut tetap harus disertai sopan santun yang diantaranya adalah basa-basi.

 

Dalam ajaran Islam ada basa-basi yang diperbolehkan dan ada pula yang terlarang.  Basa-basi yang diperkenankan mungkin sepadan dengan kata “mudarah (مداراة)”, yaitu bersikap simpatik dengan tetap tersenyum ramah dan berlemah lembut kepada orang yang terbiasa berbuat buruk untuk tujuan meraih manfaat,  baik bersifat duniawi atau ukhrawi atau keduanya.  Suatu sikap yang tidak sulit dilakukan bagi orang yang beradab dan ingin selalu tampil elegan dan bijaksana. Namun hal itu terasa berat bagi mereka yang belum terbiasa dan belum kokoh dalam berakhlak mulia.

 

Ada juga basa-basi yang terlarang dalam agama, yang disebut “mudahanah (مداهنة)”, yakni berbasa-basi dengan cara mengorbankan agama atau manfaat ukhrawi untuk meraih kepentingan duniawi. Hal ini biasa dikerjakan oleh orang bodoh dan atau oleh orang yang memperturutkan hawa nafsu.

 

Benar,  kadangkala dalam keseharian kita “terpaksa” bergaul ramah dengan orang yang sebenarnya kurang kita sukai,  bahkan dalam hati membencinya. Namun demikian kita tetap berbasa-basi dan bermanis muka di hadapannya demi kebaikan bersama, untuk menghindari keburukannya,  atau agar tidak menghalangi niat baik kita. Sebab,  tanpa basi-basi dalam pergaulan dengan orang yang sebenarnya kita benci justru menyingkap keburukan akhlak kita sendiri.

 

Itulah yang diajarkan agama dan diteladankan oleh seorang sahabat Nabi,  Abu al-Darda’,  yang mengatakan,

 

إنا لنكشر في وجوه أقوام وقلوبنا تلعنهم

 

“Sungguh,  kami menampakkan gigi (tersenyum) di hadapan beberapa kaum/sekelompok orang, padahal hati kami mengutuk mereka.”

 

Melayani dan membalas keburukan dengan keburukan berarti mengabadikan keburukan. Maka,  balaslah sikap buruk orang lain dalam setiap pergaulan itu dengan ucapan dan sikap yang lebih baik,  meskipun hanya dengan sekedar basa-basi. (acm/ltn)

Penulis: KH. Akhmad Ishommudin. Rois Syuriyah PBNU

banner 468x60)

Agama Islam

Related Post