CIRI – CIRI MUTTAQIN

2400 views

screenshot_1

الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنّا لنهتدي لولا ان هدانا الله. اشهد ان لّا اله الّا الله وحده لا شريك له. واشهد انّ محمدا نّبيّ الرحمة وقدوة الامّة لنيل السعادةِ فى الدّنيا والاخرةِ. اللّهم صلّ وسلّم على هذا النّبيّ الكريمِ محمدٍ وعلى اله واصحابه ومن تبعهم الى يوم الدّين. امّا بعد : فيا ايّها النّاس اوصيكم وايّاي بتقوى الله فقد فاز المتّقون.
قال الله تعالى : ومن يتّق الله يجعل له مخرجًا . ويرزقه من حيث لا يحتسب. ومن يتوكل على الله فهو حسبه . انّ الله بلغ امره . قد جعل الله لكل شيئ قدرا .

Hadirin sidang Jum’at rahimakumullah
Di dunia ini, ada satu golongan umat manusia yang dicintai oleh Allah swt, golongan ini akan dimudahkan jalan kehidupannya di dunia dan akan diberi kebahagiaan di akhirat, bahkan golongan ini akan diberikan jalan keluar dari segala kesulitan hidup dan diberi rezki yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Golongan ini tiada lain adalah golongan manusia yang disiplin, taat dan patuh kepada Allah swt, golongan ini konsekwen dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah swt. Golongan ini di dalam Islam disebut Muttaqiin. Marilah kita perhatikan firman Allah swt :
                   
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. Ath-Thalaq : 2 – 3 )

Hadirin siding Jum’at Rahimakumullah
Kemudian, yang bagaimana yang disebut taqwa itu ? manusia yang bagaimana dan yang memiliki sifat dan ciri-ciri seperti apa yang disebut mutaqin itu?
Hadirin, banyak sekali ciri-ciri taqwa dalam al-Qur’an, bahkan tidak dari seratus macam kata yang menerangkan cirri dan sifat mutaqin itu.

Menurut firman Allah dalam QS Ali Imron ayat 134-135, cirri-ciri muttaqin antara lain :
1. Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit
Hadirin, apabila ada seorang hartawan yang menginfakan hartanya ratusan ribu rupiah mungkin kedengarannya tidak aneh. Tetapi apabila ada seorang yang hidupnya kekurangan, tetapi dia menyisihkan hartanya yang sedikit itu untuk infak, maka yang seperti baru biasa disebut kejutan dan luar biasa. Pantaslah Allah swt memberi gelar muttaqin terhadap orang – orang yang seperti ini.
2. Orang-orang yang menahan amarahnya
Setiap orang memang memiliki sifat marah, sifat ini biasanya timbul jika menemukan persoalan yang tidak sesuai dengan keinginan. Amarah ini merupakan pengaruh syetan, sedangkan syetan ini berasal dari api. Ada pai yang cepat menyala dan cepat padam, ada juga api yang sulit menyala dan sulit padam, ada api yang cepat menyala dan susah padam, bahkan ada yang susah menyala tetapi cepat padam, demikian juga manusia ada yang mudah marah dan susah hilang, mudah marah dan mudah hilang, susah marah tetapi mudah hilang, bahkan ada yang susah marah dan susah hilang.
Mengenai amarah ini, Rasulullah saw memberi petunjuk kepada kita cara menghilangkan marah, beliau mengatakan bahwa amarah itu pengaruh syetan, sedangkan syetan itu terbuat dari api, dan api akan padam dengan air, maka barang siapa yang marah harus cepat-cepatlah berwudhu supaya cepat hilang amarahnya. Apabila kebetulan amarah itu datang ketika kita berdiri, cepatlah duduk, apabila sedang duduk cepatlah berbaring. Dengan cara demikian mudah-mudahan amarah itu cepat hilang. Nah itulah, orang-orang yang bertaqwa harus bisa menahan marah.
3. Orang – orang yang mau mema’afkan (kesalahan) orang
Hadirin, tidak akan disebut insan jika tidak pernah nisyan, tidak akan disebut manusia jika tidak pernah berbuat salah. Yang namanya manusia pasti pernah berbuat salah, oleh karena itu setiap muslim harus pemaaf karena Allah swt pun sangat pemaaf terhadap manusia.
Apa sebabnya kita harus saling memaafkan dan saling membebaskan dosa? Sebabnya tiada lain dosa yang tidak diminta maafnya akan menjadi beban di akhirat nanti. Oleh karena itu, masalah saling memaafkan ini tidak bisa kita sepelakan, terutama bagi kita yang ingin mendapat sebutan muttaqin.
4. Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan tidak meneruskan perbuatan kejinya itu
Hadirin, apabila kita akan mencari orang yang tidak pernah salah atau tidak pernah berdosa, rasanya kita tidak akan pernah bisa menemukannya. Oleh karena itu, orang yang taqwa itu bukan orang yang tidak pernah salah tetapi orang yang apabila dalam suatu waktu berbuat salah atau dosa dia cepat melakukan tiga perkara, yaitu :
a. Cepat berdzikir dan mengingat Allah, bahwa yang dilakukannya memang salah dan menyalahi aturan Allah
b. Cepat istighfar, mohon ampun kepada Allah atas perbuatan dosanya
c. Segala dosa yang pernah dilakukannya dihentikan sama sekali dan tidak pernah dikerjakannya lagi

Hadirin siding Jum’ah Rahimakumullah
Demikianlah ciri – ciri orang yang bertaqwa di dalan QS. Ali Imran ayat 134 – 135, semoga menjadi amalan dalam kehidupan sehari – hari kita amin ya rabbal ‘alamin.

بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

Ditulis oleh : Tamrin MN ( Wakil Ketua LTN NU Kab. Tegal )

banner 468x60)

Related Post