Demi Meningkatan Kemandirian Ekonomi Pesantren, RMI Kabupaten Tegal adakan Halaqoh

 

Slawi, NU Media Center

 

Pengurus Lembaga Rabithah Ma’ahad Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Tegal adakan Halaqoh yang bertempat di Gedung PC NU Kabupaten Tegal, Sabtu (25/3). Halaqoh ini mengambil tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif.”

 

Dalam halaqoh ini, RMI Kabupaten Tegal mengundang Kyai Anang Rikza Mazhadi sebagai Keynote speaker, beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Tazzaka Batang, dan juga Gus Aqomadin Shofa selaku Ketua Forum Silaturahim Kyai Muda (FSKM) serta Bapak Teguh selaku Pengusaha sukses.

 

Hadir dalam acara tersebut, Kyai Mangdrur Labib (Ketua PW RMI Jawa Tengah), Jajaran Rois dan Tanfidziyah PC NU Kabupaten Tegal serta Pengasuh Pondok Pesantren Sekabupaten Tegal.

 

Kyai Syamsul Arifin selaku Ketua RMI NU Kabupaten Tegal mengakui bahwa Ponpes saat ini masih lemah di bidang administrasi, ekonomi serta SDM. “Kita ingin agar ekonomi kita kuat, selama ini ponpes menjadi konsumen, berharap kedepan Ponpes menjadi produsen, sehingga tidak doyan proposal” tutur beliau.

 

Dalam sambutannya, H. Akhamad Was’ari, S.Pd, MM selaku Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Tegal berharap santri kedepan dibekali live skill, penting karena untuk menjadi bekal hidup ditengah-tengah masyarakat. “Halaqoh ini harus ada follow upnya, ini harga mati. Ketika halaqoh sudah memakan biaya sudah cukup besar namun tidak ada follow up, ini tidak sesuai tujuan. Ponpes harus pailot project.”katanya.

 

Ketua RMI Jawa Tengah, Kyai Mangdrur Labib menuturkan bahwasannya Pondok Pesantren adalah Lembaga paling mandiri. Karena selama 30 tahun, ponpes digenjet. Tidak keterpihakan dengan Pemerintah, namun bisa bertahan sampai sekarang. “Menjadi PR kita adalah bagaiamana meningkatkan SDM dalam mengelola ekonomi, agar nantinya mereka gampang berekonomi ketika turun ditengah masyarakat.”katanya dalam sambutan.

 

Memasuki materi, Gus Aqom menyampaikan bahwa sebenarnya kekurangan kita sepele, yakni kadang-kadang kita tidak serius memahami sesuatu yang sedang kita geluti. “Perbaikan yang sudah dilakukan oleh RMI kadang belum terkonsep dengan benar. Kalau Ponpes NU tidak memikirkan ekonomi itu salah, yang benar kita belum memanaj pengembangan ekonomi dengan benar.”tuturnya.

 

Disisi lain, Kyai Anang Rikza Mazhadi menuturkan ketika Ponpes diperlakukan sama dengan sekolah-sekolah negeri, bisa meledak bangsa ini, walau tak mendapat perlakuan yang sama, Ponpes tumbuh terus, tidak malah berkurang.

 

Bapak Teguh, selaku pengusaha memeberikan motivasi kepada para pengasuh Ponpes untuk dapat melihat peluang disekitarnya. “Saya yakin dipesantren anda mampu meningkatkan ekonomi kreatif,  tinggal bagaimana kita membaca peluang itu. Lakukan walau belum menghasilkan nominal yang besar.”tegasnya. (acm/ltn).

banner 468x60)

RMI Kabupaten Tegal RMI Kabupaten Tegal adakan Halaqoh

Related Post