FSN Gelar Peringatan Haul Gusdur ke 7 dan HUT yang ke 1

472 views

 

Foto Bersama Pengurus FSN dan Muda-Mudi FSN dengan Para Pemuka Agama dan Muspida Kab. Tegal

 

Slawi, Media Center NU . Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) menggelar peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ke 7 dan HUT FSN yang ke 1 di Gedung Korpri Slawi Kabupaten Tegal, (19/1). Seluruh Pemuka Agama dan perwakilan umat dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Penganut Kepercayaan Leluhur berkumpul  untuk memperingati Haul Bapak Plurasime dan HUT FSN.

 

Bukan hanya Peringatan Haul dan HUT FSN, malam itu juga diadakan pengukuhan pengurus Muda-Mudi Forum Silaturahim Nusantara, yang diharapkan pengurus ini nantinya bisa membangun tali persaudaraan antar umat beragama di segemen pemuda.

 

Di acara tersebut Panitia dan Pengurus FSN ingin menunjukan kepada Bangsa Indonesia, inilah Kabupaten Tegal, Indonesia kecil. Berbagai kesenian dari berbagai aliran agama di tampilkan, bahkan ada beberapa yang dikolaborasikan, yakni Paduan Suara dari Katholik dan Tim Hadroh dari Agama Islam, yang menyanyikan “Tombo Ati.” Ditambah lagi dengan adanya sesi dialog dengan Para Pemuka Agama, yang mereka berpendapat tentang apa itu toleransi?, petingkah toleransi?, Sudahkah anda meraskan kemanfaatan toleransi?.

 

Dalam kondisi nasional yang “agak memanas”, panitia ingin memberikan masukan kepada daerah lain untuk bisa mengcopy-paste apa yang sudah di lakukan di Kabupaten Tegal. Indonesia yang memiliki keberagaman di bidang budaya, suku dan agama itu tidak menjadi alasan untuk saling menjatuhkan dan bermusuhan.

 

“FSN menghadirkan ketenangan di Kabupaten Tegal, gejolak yang ada di tingkat Nasional tak berpengaruh sedikitpun di Kabupaten Tegal. Karena kami percaya bahwa damai itu indah.” cetus Ketua FSN, H. Muslih.

 

Lebih lanjut beliau menyampaikan  bahwa FSN sudah memberikan satu aksi, memberikan kenyamanan dan membangun suasana yang kondusif dalam kehidupan berbangsa dan beragama di Kabupaten Tegal.

 

“Di HUT yang pertama ini, kami sungguh butuh masukan, butuh kritikan, pastinya masukan dan kritakan yang membangun demi FSN yang lebih baik lagi.” tutup belaiu.

 

Drs. H Was’ari, MM, Ketua PC NU Kabupaten Tegal, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutan mewakili Bupati Tegal, beliau mengajak kepada semua pihak untuk bersatu padu membangun Bangsa.

 

“Saya berdiri disini menikmati keindahan pelangi. Warna hijau bagus, biru baik, ungu tidak kalah baik, ketika warna-warna itu diramu dijadikan satu maka akan dirasakan keindahannya. Inilah yang saya lihat pada malam hari ini.” tutur beliau.

 

Beliau menambahkan, Kita hari ini memperingati Haul Gusdur, kalau berbicara tentang Haul maka tentu ada 4 fungsi, pertama minta ampunan, lalu mengingat/mengenang, meneladani dan mengimplementasikan. Kita tidak mungkin mampu seperti beliau tapi seyogyanya kita harus mencoba.

 

“Jika Gusdur masih hidup, dan melihat kondisi Nasional yang seperti ini, maka hanya satu kalimat yang akan terucap, Gitu Aja Kok Repot.” cetunya.

 

“Terakhir kami menyampaikan terima kasih kepada FSN yang telah memberikan kenyamanan, keamanan menuju Tegal yang di impikan. Semuga amal ibadah rekan-rekan semua diterima oleh Tuhan YME.” tambahnya.

 

Mbak Inayah Wahid, dalam sesinya menyampaikan betapa pentingnya menjaga keberagaman, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita tidak bisa memaksakan untuk sama, beliau menganologikan dalam sebuah pertanyaan. “Jika dalam sebuah daerah, Polisinya jadi Petani, DPRnya jadi Petani, Presidennya jadi Petani, TNInya jadi Petani, Lalu Petani jadi apa?.”

 

Beliau juga menyuguhkan kepada hadirin dua puisi yang sangat menyentuh, kritis dan sarat makna, yakni “Santri Bertanya Pada Guru”  dan “Doa Seorang Milenial”.

 

Di sesi akhir, Gus Muafiq dari Yogyakarta memberikan pencerahan kepada pengunjung, jika saja semua pihak mau belajar kebelakang, mengenal, memahami dan mengerti sejarah berdirinya Bangsa Indonesia, sejarah munculnya agama, sejarah adanya manusia, maka tidak akan ada gejolak semacam ini. Karena sesungguhnya Allah SWT mencipatakan keberagaman agar manusia pandai bersyukur.

 

“Bila kau tak berkawan dengan orang Yahudi, mengajak bermusuhan dengan orang Yahudi, lantas apakah engkau berangkat Haji dengan jalan kaki?. Saya ceramah disini, eh ternyata microphonnya buatan Jepang, Ehh pakain saya  Made In China, ehh HP saya bautan Firlandia, begitupun dengan anda. Maka anda tidak boleh berkata “saya tidak perlu bersyukur kepada orang lain.” tegasnya. (LTN)

banner 468x60)

Forum Silaturahmi Nusantara Haul Gusdur

Related Post