Jangan Pernah Campur Adukan Agama dan Politik

1727 views

 

screenshot_3Slawi, Media Center NU

Sehari yang lalu, Presiden RI memanggil Ketua MUI dan Pengurus Ormas Terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dalam pesan yang disampaikan Pak Jokowi mengingatkan agar para Ulama untuk memberikan kesejukan kepada para umatnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kyai Said Aqil Sirajd di tanya, akan keyakianannya, apakah para ulama mampu melakukan itu.

“Yakin, tapi harus kita prihatin atau waspada, karena apa-apa yang terjadi di negara-negara Timur Tengah tidak mustakhil kalau ada pihak-pihak yang ingin mentransfser kesini, walaupun kondisinya berbeda.” tegas Kyai Said

Beliau melanjutkan “Disana melakukan reformasi dari Pemerintahan Diktator mencoba ke Sistem Demokrasi, kita kan sudah lewat, tahun 98. Kita sudah lewat tinggal bagaimana kita memantapkan, menguatkan ruh atau spirit kebhinnekaan itu, yang dibangun oleh Ulama. KH Hasyim Asy’ari tahun 1914 punya agenda besar ingin menyatukan antara Islam dengan kebangsaan, Islam tidak bisa di pisahkan dengan Nasionalisme, Nasionalisme pun kalau pisah dengan Islam, Nasionalisme yang kering, yang tanpa nilai. KH Hasyim Asy’ari berhasil, begitupula KH. Ahmad Dahlan. Kalau di cari di Timur tengah, tidak ada ulama Nasionalis. Said Qutub, Hasan Bana, Muhamad Qutub, Asymawi, Zaki Muahdis, Umar Binsani, Khudaibi, Muhamad Ghozali tidak ada yang nasioanlis. Yang nasionalis bukan Ulama, Hafidz Ahsan Basar Asad, Sadam Husain, Hasan Bakri, Jamal Naser.”

“Iyah, Ini yang nasionalis, yang nasionalis yang bukan ulama. Di kita ini Alhamdulillah, KH, Hasyim Asy’ari, Kakeknya Mbak Yenny, pendiri NU. Ulama Nasionalis, Nasioanlis Ulama, begitupula KH Ahmad Dahlan, H. Agus Salim dan ulama ulama yang lain.” Jawab Beliau.

Terkait demo yang diaksankan tanggal 4 nanti, beliau juga ditanya apakah demo tersebut sudah professional dan tepat.

“Menurut saya, bukan lagi masalah Pak Ahok, bukan lagi masalah Al Maidah ayat 1, yang saya khawatirkan lebih dari itu, ingat yah. Di Tunis itu, satu orang tukang sayur ingin menyampaikan protes di gedung parlemen, tidak di dengar oleh parlemen. Bunuh diri, menyiram dg bensin ke dirinya, membakar dirinya, dan dirinya mati. Dari situ, seluruh Tunis bergejolak dan menjadi penggulingan Presiden, merambah ke mesir, merambah ke Libiya, ke Suriah sudah 4 tahun.” Jawab Beliau

“Sebenarnya bukan watak orsinil karakter kita bangsa Indonesia, yang sudah toleran, yang sudah berbudaya, kita jadikan budaya sebagai insfratuktur agama, yang sudah baik sebenarnya. Tapi makanya, pemikiran radikal ini asing bagi kita.” Tegas Beliau.

Beliau menambahkan “Kalau kita sudah sepakat, hidup di negara yang demokrasi, dengan dasar pancasila, kebangsaan, bukan karena agama. Maka yang paling penting adalah jangan pernah campur adukan agama dan politik. Jangan karena politik, agama jadikan barang murah untuk target target politik. Ini salah besar, ini asal muasal mudah tersinggung, mudah marah, itu membaca sesuatu dan mencampuradukan antara agama dan politik, agama dan agama. Politik dan politik.” (ACM)

Save

banner 468x60)

Agama dan politik Demo 4 November Hasyim Asy'ari KH KH Ahmad Dahlan nahdlatul ulama

Related Post