Mengenal Penelitian Metode Ilmiah Dasar

491 views

screenshot_5

Tegal, NU Media Center
 Jenis Penelitian

Dalam penelitian Metode Ilmiah Dasar ini menggunakan metode kuantitaif, yaitu penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian dan fenomena serta hubunganya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dengan penelitian karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian ini banyak digunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari biologi, fisika, sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini digunakan juga sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering digunakan dalam Ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kuatitatif.

Penelitian kuantitatif memiliki ciri sebagai beriku :

  1. Paradigma penelitian adalah positivisme, yakni dengan pandangan bahwa kehidupan sosial dapat diuraikan dan diterjemahkan dengan prinsip-prinsip hubungan sebab akibat, seperti layaknya hukum alam yang berlaku dalam kehidupan.
  2. Pendekatan Positivisme memandang, realitas kehidupan dapat diurai, ditelaah dan dikaji secara indepanden, dieliminasi dariobyek yang lain dan dapat dikontrol.
  3. Asumsi penelitian kuantitatif memandang, bahwa fakta dan obyek penelitian memiliki realitas obyek, tidak tunggal (memiliki hubungan kausalitas), dan variable-variabel dapat diidentifikasi, serta hubungannya dapat diukur, dibandingkan dengan kejadian sebelumnya atau sebagai pembanding dari kegiatan yang memiliki kesepadanan.
  4. Penelitian lebih diarahkan pada hasil, dibandingkan dengan proses, sehingga tujuan penelitian diarahkan untuk mendapatkan deskripsi penjelasan, klausal, generalisasi hasil dan prediksi suatu peristiwa berdasarkan sejumlah variabel prediktor.
  5. Penelitian kuantitatif mensyaratkan peneliti untuk menyusun intrumen penelitian sebagai alat pengumpul data yang harus diujicobakan sebelumnya setelah mendapatkan pendapat atau keputusan dari ahli bidang yang diteliti.
  6. Proses penelitian harus mencakup : a. Permasalahan penelitian, b. Deduksi teori, c. Hipotesis, d. Desain penelitian, e. Rencana pengkuran, f. Penentuan populasi dan sampel, g. Uji intrumen, h. Pengumpulan data, i. Analisis data dan j. Penarikan kesimpulan.

Secara subtansi proses penelitian kuantitatif melalui aktivitas yang berurutan, yaitu sebagai berikut :

  1. Mengekploitasi, perumusan dan penentuan masalah yang akan diteliti. Penelitian dimulai dengan kegiatan dan mendefinisikan serta memformulasikan masalah penelitian tersebut dengan jelas.
  2. Mendesaiin model penelitian dan parameter penelitian.
  3. Mendesain intrumen pengumpulan data penelitian.
  4. Pengumpulan data penelitian dari lapangan
  5. Mengelola dan menganalisis data hasil penelitian
  6. Mendesain laporan hasil penelitian.
  7. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian penting dicantumkan sebagai batasan untuk tidak terlalu luas lokasi sebagai bahan pertimbangan dari berbagai sektor baik waktu, biaya dan hasil penelitan yang lebih fokus. Hal ini juga dimaksudkan untuk lebih mempermudah dalam menentukan sampel. Dengan ditetapkannya lokasi penelitian maka akan mempermudah dalam melakukan serangkaian kegiatan lapangan mulai dari penjajakan lokasi penelitian, penentuan populasi dan sampel serta mendefinisikan sekaligus menformulasikan. Data-data dirancang dengan pendekatan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan tentunya membagikan angket kepada responden.

Teknik Pengumpulan Data

Sehubungan dengan penelitian ini, maka digunakan teknik pengumpulan data berupa pengamatan (observasi), wawancara (interview), angket responden dan teknik dokumentasi.

  1. Observasi

Winarno Surakhmad menjelaskan bahwa, “Teknik observasi dilakukan untuk mengumpulkan data”. Dengan tujuan-tujuan tertentu misalnya dalam pengumpulan bahan mengenai aspek tingkah laku manusia, mengenai gejala alam ataupun mengenai proses perubahan suatu hal yang nampak. Juga menyebutkan bahwa observasi merupakan suatu pengumpulan data melalui pengamatan yang bertujuan untuk mengetahui frekuensi suatu fenomena, dan dapat memberikan kedudukan fenomena dalam sebuah skala nilai.

Menurut  Winarno Surakhmad ada beberapa faktor yang dapat menentukan teknik observasi sebagaimana berikut ini :

  1. Jelas tidaknya tujuan khusus penyelidikan;
  2. Jelas tidaknya setiap aspek penelitian yang perlu pemecahan atau pembuktian;
  3. Jelas tidaknya penentuansumber data;
  4. Jelastidaknya pedoman kerja observasi; dan
  5. Jelas tidaknya cara mencatat data.

Sedangkan Riduwan berpendapat observasi adalah “Melakukan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila obyek penelitian bersifat perilaku dan tindakan manusia fenomena alam (kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja dan penggunaan responden kecil”

Guba dan Lincoln sebagaimana dikutip Moleong mengemukakan beberapa alas an penggunaan teknik observasi : Pertama, teknik ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua, teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri. Ketiga, pengamatan memungkinkan mencatat peristiwa dalam situasi berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahun yang langsung diperoleh dari data. Keempat, pengamatan merupakan alternatif menghindari bias data. Kelima, memungkinkan memahami situasi-situasi yang rumut.

  1. Wawancara

Teknik pengumpulan data berikutnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Riduwan menyatakan wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit”

Sementara itu Mardalis menyatakan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterang-ketengan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang memberikan keterangan pada sipeneliti. Wawancara ini dapat dipakai untuk memiliki dan melengkapi data yang diperoleh melalui observasi.

Masalah pencatatan data wawancara merupakan suatu aspek utama yang amat penting, karena jika tidak dilakukan dengan semestinya, maka sebagian dari data akan hilang, dan usaha wawancara akan sia-sia. Alat yang digunakan untuk pencatatan adalah recording, dan pencatatan dari ingatan secara terpadu. Oleh karena wawancara dipandang efektif, maka peneliti menggunakan wawancara mendalam dengan cara formal dan sumber data. Pembicaraan kepada dewan guru dan karyawan dilakukan secara spontanitas. Proses wawancara diarahkan integrasi kurikulum pendidikan Agama Islam, proses penerapan, pengenalan dan tingkat keberhasilan.

  1. Teknik Dokumentasi

Teknik Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang bersumber pada benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, nilai raport, catatan harian dan sebagainya.  Sedangkan Riduwan menyatakan bahwa Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langung dari tempat penelitian, melalui buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumentar, data yang relevan penelitian.

Peneliti mencari data sekunder dengan jalan mengadakan studi kepustakaan dan rekaman. Linclon dan Guba seperti yang di kutip oleh Sonhaji mengartikan rekaman sebagai setiap tulisan atau pernyataan yang disiapkan oleh atau untuk individual atau organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa atau memenuhi accountin. Sedangkan dokumen digunakan untuk mengacu setiap tulisan atau rekaman, yaitu tidak dipersiapkan secara khusus untuk tujuan tertentu, seperti surat-surat, buku harian, catatan khusus, catatan hasil rapat.

Terdapat beberapa alasan mengapa penelitian menggunakan sumber ini. Pertama, sumber ini selalu tersedia. Kedua, merupakan sumber informasi yang stabil baik keakuratannya dalam merefleksikan situasi yang terjadi dimasa lampau maupun dianalisi kembali tanpa mengalami perubahan. Ketiga, merupakan sumber informasi yang kaya secara konseptual, relevan dan mendasar dalam konteksnya.

  1. Teknik Angket

Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa angket adalah “sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui”.

Sedangkan Riduwan berpendapat bahwa angket adalah “daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respon (responden) sesuai dengan permintaan pengguna”. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang sesuai dengan kenyataan dalam pengisin daftar pertanyaan.

Sumber Data dan Sampel

Lafland dan Gobe (1984) dalam Moleong mengemukakan, sumber utama penelitian kuantitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan.  Dalam penelitian ini digunakan tiga sumber data yaitu kata-kata, dan tindakan, sumber data tertulis serta foto.

  • Kata-kata dan Tindakan

Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Pengamatan maupun wawancara dengan subyek yang dianggap dapat memberikan informasi tentang data yang dimaksud dalam penelitian.

  • Sumber Data Tertulis

Sekalipun dikatakan bahwa sumber data dari kata-kata dan tindakan merupakan sumber data kedua, tetapi hal ini tidak dapat diabaikan keberadaannya karena menurut peneliti sumber itu adalah sumber yang sangat signifikan. Sedangkan sumber data tertulis antara lain buku-buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi, dokumen resmi, disertasi/karya ilmiah.

  • Foto

Foto dapat menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan dapat dipakai untuk menelaah segi-segi subyektif seseorang atau lembaga. Minimal ada dua kategori foto yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian kuantitatif yaitu foto yang dihasilkan orang lain dan foto yang dihasilkan peneliti sendiri.

Untuk memperoleh data yang valid, sumber data peneliti berupa :

  1. Sumber Data Primer

Sumber data primer berupa kata-kata dan tindakan tentang : (a) Informasi secara langsung yang diperoleh melalui wawancara dengan berbagai sumber (b) data tentang suatu proses melalui observasi.

  1. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder diperoleh dari buku, bahan referensi dan hasil kajian yang semuanya mendukung atau memperkaya sumber data primer.

Dalam sebuah penelitian ditentukan yang namanya populasi, populasi menurut Sugiyanto adalah “wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Sedangkan Nazir mengatakan bahwa “Populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orang atau bendanya”. Nawawi sendiri menyebutkan bahwa “populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil hitung atau pengukuran kuantitatif maupun kualitatif pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap”. Adapun Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”.

Pendapat Riduwan tentang populasi adalah “keseluruhan dari karekteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian” Kuncoro menjelaskan populasi adalah “kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian dimana tempat yang menjadi objek penelitian”.

Dalam sebuah penelitian dikarenakan cukup banyak populasinya maka peneliti menggunakan teknik sampel. Adapaun sampel sendiri menurut Suharsimi Arikunto adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti) Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi”.

Dari pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

Dikarenakan ada sebagian populasi yang tidak mungkin dilaksanakan maka penelitian ini tidak langsung menyelidiki seluruh populasi, dengan itu maka dilaksanakan sebagian saja dari populasi yakni sampel. Tujuan penelitian sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati hanya sebagian dari populasi, suatu reduksi terhadap jumlah objek penelitian.

Menurut Riduwan Purposive Sampling dikenal juga dengan sampel pertimbangn yaitu teknik sampling yang digunakan peneliti, jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu. Hanya mereka yang ahli yang patut memberikan pertimbangan untuk mengambilan sampel yang diperlukan. Oleh karena itu, sampling ini cocok untuk studi kasus yang masa aspek kasus tunggal yang representative diamati dan dianalisis.

Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini akan menggunakan teknik Random Sampling atau acak sederhana karena populasi yang digunakan sebagai sampel semuanya homogen atau seragam. Menurut Widodo apabila semua anggota populasi diberikan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian, maka digunakan teknik acak sederhana (sample random)

Dalam penentuan banyaknya sampel dalam penelitian ini peneliti mempertimbangkan pendapat Suharsimi Arikunto yang mengemukakan bahwa “jika subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah subjeknya besar maka dapat diambil 10-15%.

Dengan melihat ketentuan diatas, maka dengan jumlah populasi sebanyak 385 orang maka dapat diambil sampel 10-15%, dengan demikian dari populasi sebanyak itu dapat diambil sampel sebanyak 57 orang.

Analisis Data

Dalam penelitian ini untuk menganalisa data, peneliti menggunakan teknis pengujian dengan skala Likert dengan skor tertinggi adalah 4 dan skor rendah adalah 1 hal ini untuk menjawab angket.

Interval yang telah didapatkan dari responden akan dihitung dan dianalisis dengan perhitungan rata-rata jawaban berdasarkan scoring tiap-tiap jawabn dari responden. Dengan cara mengelompokkan masing-masing jawaban yang diberikan responden. Adapun caranya adalah sebagai berikut :

Jumlah Skor Ideal = Skor Tertinggi x Jumlah Responden

= 4 x 57

= 228

Dengan mengetahui jumlah skor yang diberikan responden maka dapat diambil perhitungan rata-rata untuk menentukan prosentase jawaban responden. Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item = 4 x 57 = 228. (seandainay jawaban semua adalah positip). Jumlah skor yang diperoleh dari penelitian = X. Berdasarkan itu maka dapat diperoleh : ( X : 228) x 100 %. Misalkan : (200 : 228) x 100% = 87,7%.

Berdasarkan rumusan skor diatas maka dapat diambil secara kontinum dengan skala di bawah ini :

Melihat skala kontinum itu maka setelah dikelompokkan dan menjumlahkan masing-masing skor maka dapat diambil sebuah kesimpulan.

Selanjutnya untuk menentukan sejauh mana hubungan antar variabel (hubungan antara variabel X dan Y) menggunakan teknik korelasi Produk Momen Pearson dengan rumus :

 

Korelasi PPM dilambangkan (r) dengan ketentuan nilai r tidak lebih dari harga . Apabila nilai r = -1 artinya korelasinya negatif sempurna; r = 0 artinya tidak ada korelasi; dan r = 1 berarti korelasinya sangat kuat. Sedangkan arti harga r akan dikonsultasikan dengan Tabel interpretasi Nilai r sebagai berikut :

 

Interpretasi Koefesiensi Korelasi Nilai r

 

Interval Koefesien Tingkat Hubungan
0,80 – 1,000

0,60 – 0.799

0,40 – 0,599

0,20 – 0,399

0,00 – 0,199

Sangat Kuat

Kuat

Cukup Kuat

Rendah

Sangat Rendah

 

Selanjutnya untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefesien determinan sebagai berikut.

Dimana :

KP = Nilai Koefesien Determinan

r   = Nilai Koefesien Korelasi

Pengujian lanjutan yaitu uji signifikansi yang berfungsi apabila peneliti ingin mencari makna hubungan variabel X terhadap Y, maka hasil korelasi PPM tersebut diuji dengan uji signifikansi dengan rumus :

 

dimana : t hitung = nilai t

r = Nilai Koefesien Korelasi

n = jumlah Sampel

 

Oleh : Seful Mujab

Dosen Ekonomi Syariah STAIBN dan ABA IEC Putra Bangsa Tegal

Save

banner 468x60)

metode ilmiah dasar metode kuantitaif metode pembelajaran

Related Post