Pemda Kabupaten Tegal Gelar Halaqoh Kebangsaan

Pemda Kabupaten Tegal Gelar Halaqoh Kebangsaan

Pemda Kabupaten Tegal Gelar Halaqoh Kebangsaan

Slawi, Media Center NU

Dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang di bina langsung oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Pemda Kabupaten Tegal tahun ini (14,1) menghadirkan Kyai Muda NU, KH Ahmad Ishomudin, Rois Syuriah PBNU ini menjadi keynote speaker dalam  Halaqoh Kebangsaan dengan Tema “Dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Untuk Memperkuat Pengembangan Ekonomi, Pertanian dalam Memperkokoh Ideologi Bangsa”.

 

Dalam halaqoh yang berlangsung di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal  di hadiri para pejabat SKPD, Dandim, Polres Tegal, Pengurus PC NU Kabupaten Tegal, Banom NU Kabupaten Tegal dan perwakilan MWC NU yang ada di Kabupaten Tegal.

 

Halaqoh kebangsaan ini menjadi rangkaian acara dalam maulid tahun ini. “Ada 3 agenda pada tahun ini, pertama yakni Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar di Kebasen-Talang dan Festival Rebana yang berpusat nanti di Masjid Agung Slawi.” tutur Panitia.

 

Dalam sambutan  Bupati Tegal yang diwakili oleh Nur Makmun, SH, MHum, beliau mengajak kepada hadirin untuk merenungkan kembali sejuah mana diri kita meneledani sifat dan prilaku Nabi, di bidang apapun, baik dalam bidang eknomi, sosial maupun politik.

 

Lebih lanjut Bupati Tegal mengajak untuk memperkuat  ukhuwah wathoniyah, hindari provokasi dan fitnah. “Kita semua harus solid demi kemajuan bangsa, membangun bangsa yang berkepribadian dan berkarakter. Hindari provokasi, adu domba, fitnah, karena itu merugikan.” tuturnya.

 

Dalam kesempatannya, Kiai Ishomudin mengutip beberapa ayat Al Qur’an dan Hadist Nabi tentang kewajiban hamba Allah untuk bekerja, beliau mengingatkan kepada hadirin bahwasannya uang bukanlah tujuan dalam bekerja, uang hanya sarana, sarana untuk beribadah.

 

Beliau juga mengkritisi beberapa oknum yang memanfaatkan proposal untuk membangun pesantrennya. “Jangan sampai di Kabupaten Tegal ini, Kyainya ngempit proposal, ngantri di depan pintu. Harusnya DPR dan Pemda harus memperhatikan mereka, memperdayakan pesantren. Pesantren Indonesia loh, bukan pesantren yang ada di Indonesia.” tegasnya. (LTN NU)

 

Baca juga >>> STKIP NU KABUPATEN TEGAL siap beroperasi

banner 468x60)

Halaqoh Kebangsaan

Related Post