Software Al Quran Mushaf atau Bukan?

Contoh Software Alquran

Contoh Software Alquran yang terdapat pada Smartphone

Tegal, NU Media Center. Pada abad ke 20 ini perkembangan teknologi informatika sangat pesat. Banyak teknologi yang dikembangkan sehingga sangat membantu manusia untuk lebih mudah mengakses kebutuhannya. Maka, tidak heran banyak para ahli dan ilmuwan terus mengembangkan teknologi untuk masa depan.

 

Misalnya saja Handphone, dahulu handphone hanya bisa untuk menerima telepon dan pesan singkat itupun sangat mahal. Namun sekitar tahun 2008 perkembangan teknologi HP sangat luar biasa yang dikenal dengan SmartPhone atau HP pintar.

 

Banyak fitur fitur dan aplikasi yang ditampilkan, termasuk Al Quran. Ya, Kitab suci umat Islam tersebut yang pada umumnya berbentuk mushaf cetakan, dengan adanya SmartPhone dapat diakses dengan sangat mudah dimanapun dan kapanpun.

 

Ayat-ayat suci dengan cepat muncul dilayar HP hingga sesuai permintaan penggunanya. Luar biasa bukan?? Tetapi, tahukan anda?? Apakah software yang bertuliskan alquran tersebut masuk dalam kategori mushaf? Kemudian Jika masuk dalam kategori mushaf, apakah memegang HP atau Tab yang berisi Software Al Quran tersebut wajib dalam keadaan suci??

 

Sampai saat ini banyak khilafah mengenai kasus diata,  namun islam yang moderat adalah islam yang mengikuti zamannya. Kita tidak bisa mencegah canggihnya teknologi zaman sekarang yang serba mudah. Nahdatul Ulama Sebagai Organisasi Islam Ahlussnnah wal jamaah terbesar di Nusantara ini termasuk diantaranya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Talang menyikapi hal tersebut dengan Musyawarah Bahsul Masail.

 

Minggu (22/1) , dalam Bahsul Masail tersebut disepakati bahwa software alquran yang berada di HP/ Tab bukan termasuk Mushaf(alquran ) yang termaktub dalam Kitab Nihayah Zain hal.32, Syarah Yaqutu Nafiis juz.1 hal.118-119.

 

Lembaga Bahsul Masail Lirboyo pun sepakat software Al Quran yang ada di HP/Tab bukan dikategorikan mushaf. Tidak bisa dikategorikan mushaf sebab hanya merupakan suara atau pancaran sinar belaka, sementara kriteria dari mushaf sendiri adalah harus berbentuk tulisan secara nyata (kitabah) dan bertujuan untuk dirasah (belajar).

 

Tulisan al quran di HP/Tab tidak bisa di pegang secara nyata, kalau Sinar dari HP tidak muncul berati tidak ada tulisan. Artinya menurut Ustadz Fauzan Khanafi Rois syuriah Kecamatan Talang tulisan dalam HP itu bukan tulisan Nyata.

 

Tetapi ada pendapat dari Habib Muhammad bin Akhmad Asy Syatiri menyatakan bahwa sesuatu yang mengandung suara atau tulisan alquran Seperti kaset, kartu memori, kaligrafi dll dikategorikan Mushaf sebagai langkah untuk lebih hati-hati. Jadi Jelas, Tidak wajib dalam keadaan suci memegang HP/TAB yang berisi software al quran akan tetapi untuk langkah kehati-hatian tidak dianjurkan menggunakan software alquran selagi masih ada mushaf alquran yang nyata. Dan dikhawatirkan software Al Quran tidak di taseh/teliti kebenaran Al Quran tersebut.

 

Berbeda dengan mushaf Al Quran yang real berbentuk cetakan pasti telah di tahseh baik oleh Kementrian Agama atau Ulama yang alim seperti KH. Quraisy Sihab dll. Sementara software Al Quran tidak diketahui hal demikian maka sangat rawan ketika yang mengonsumsi orang awam.

 

Itu artinya Software alquran memiliki nilai mudharat yang lebih banyak dari pada nilai kemanfaatannya. Secanggih apapun teknologi hanya bersifat membantu manusia agar lebih mudah dan ringan. Arti membantu hanya seberapa bukan menjadi hal yang primer. Untuk itu kita kembalikan kepada diri masing masing sesuai kebutuhan kita. (amiril/ltn)

banner 468x60)

Bahtsul Masa'il Software Al Quran

Related Post