Wasiat Allah SWT Dan Wasiat Nabi Muhammad SAW

941 views
13619921_528417920680944_5135805831523439063_n

Bicara tentang Wasiat Nabi Muhammad SAW

Slawi, Media Center NU

الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى ودين الحقّ ليظهره على الدّين كلّه ولوكره المشركون . اشهد ان لّا اله الّا الله وحده لا شريك له. واشهد انّ محمدا نّبيّ الرحمة وقدوة الامّة لنيل السعادةِ فى الدّنيا والاخرةِ. اللّهم صلّ وسلّم على هذا النّبيّ الكريمِ محمدٍ وعلى اله واصحابه ومن تبعهم الى يوم الدّين. امّا بعد : فيا ايّها النّاس اوصيكم وايّاي بتقوى الله وطاعته لعلكم ترحمون.

قال الله تعالى : ومن يتّق الله يجعل له مخرجًا . ويرزقه من حيث لا يحتسب. ومن يتوكل على الله فهو حسبه . انّ الله بلغ امره . قد جعل الله لكل شيئ قدرا .

 

Hadirin sidang jum’ah rahimakumullah

Nabi Muhammad saw sering member kan nasihat kepada umatnya agar mereka memiliki akhlak dan budi pekerti yang mulia, menjadi contoh teladan yang baik, agar manusia tetap bisa mempertahankan martabatnya, bias meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Rasulullo saw bersabda :

 

اَوٌصَانِى رَبِّي بِتِسْعٍ اُوْصِيْكُمْ بِهَا اَوْصَانِي بِالْاِخْلَاصِ فِى السِّرِّ وَالٌعَلَانِيَةِ وَالٌعَدْلِ فِى الرِّضَا وَالٌغَضَبِ وَالٌقَصْدِ فِى الٌغِنَى وَالٌفَقْرِ وَاَنٌ اَعْفُوَ عَمَّنْ ظَلَمَنِيْ وَاَعْطِيَ مَنْ حَرَمَنِيْ وَاَصِلَ مَنْ قَطَعَنِيْ وَاَنْ يَكُوْنَ صَمْتِيْ فِكْرًا وَنُطٌقِيْ دِكْرًا وَنَظَرِى عِبْرًا

 

“Allah swt berwasiat kepadaku dengan Sembilan perkara yang sekarang aku wasiatkan kepadamu. Aku diberi wasiat oleh Allah agar ikhlas, baik ketika tersembunyi maupun ketika tampak (kelihatan), harus adil ketika ridha atu ketika marah, harus hemat ketika kaya atau ketika fakir, harus memafkan kepada orang-orang yang zalim kepadaku, harus mau meberi kepada orang yang tidak pernah member, harus menghubungkan persaudaraan kepda orang yang memutuskan persaudaraan dan menjadikan diamnya diriku itu berfikir, pembicaraanku menjadi zikir, dan penglihatanku menjadi pelajaran”

 

Hadirin siding Jum’ah rahimakumullah

Menurut hadist Rasulullah saw tersebut, terdapat Sembilan wasiat yang diberikan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, kemudian beliau mewasiatkan kepada umatnya, yaitu :

Pertama, yaitu agar kita ikhlas dalam segala amal, baik ketika sendirian maupun ketika kita bersama orang lain, baik ketika tersembunyi maupun ketika tampak. Ikhlas dalam arti bersih hati dari segala maksud yang selain dari karena Allah swt. Motivasi ibadah memang perlu ada, tetapi motivasinya bukan karena dunia, tetapi hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Baik buruknya amal ibadah selain dari bergantungnya kepada baik buruknya amal tersebut, juga bergantung kepada niat dalam hati kita, bahkan pahalanyapun ditentukan oleh niatnya, apabila dalam hatinya ada niat karena Allah, maka Allah akan memberi pahalnya, sedangkan apabila niatnya karena selain Allah, maka Allah tidak akan member pahalanya.

Kedua, agar kita bisa berlaku adil, baik ketika sedang rida maupun sedang marah. Adil ketika kita sedang rido memang tidak aneh dan tidak susah, tetapi memutuskan perkara ketika sedang marah memang sulit.

Ketiga, agar kita hemat dan dermawan baik ketika kaya maupun ketika sengsara. Hemat adalah pangkal kaya, sedangkan boros adalah saudaranya syetan, sedangkan syetan itu kufur, jadi pemboros dianggap kufur. Firman Allah swt :

tÏä!#§ŽœØ9$#ur tÏä!#§Žœ£9$#’Îû bqà)ÏÿZãƒûïÏ%©!$#

“Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit” (QS. Ali Imran : 134)

 

Keempat, yaitu agar kita selaku umat islam bisa memaafkan kesalahan orang yang pernah menganiaya kita. Rasulullah saw pernah memberikan contoh kepada kita memaafkan kesalahan orang lain yang pernah menganiaya beliau yaitu ketika “Futuh Makah”, ketika umat islam bisa merebut kembali kota Mekah dari kafir Quraisy. Saat itu Nabi Muhammad saw dengan lapang dada memaafkan kesalahan kafir Quraisy. Dengan demikian kafir Quraisy bersama-sama mengucapkan dua kalimat syahadat, hal ini terjadi karena Nabi Muhammad saw memaafkan kesalahan orang lain

Kelima, agar kita bisa menghubungkan persaudaraan meskipun dengan orang yang pernah memutuskan silaturahmi, biarkan mereka memutuskan silaturahmi tetapi kita harus mengakui bahwa dia adalah saudara kita, terutama saudara seagama.

 

Keenam, agar kita mau memberi kepada orang yang tidak mau memberi. Meskipun orang lain tidak pernah mau member kepada kita, kita harus berusaha agar bisa member kepadanya. Jangan menghitung untung rugi apabila kita mau berbuat baik kepada orang lain, sebab segala kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain tidak pernah lepas dari perhitungan Allahs swt.

 

Ketujuh, Allah swt menjadikan duduknya Nabi Muhammad saw sebagai berfikir atau tafakur terhadap macam-macam dan bukti kekuasaan Allah.

 

Kedelapan, yaitu Allah swt menjadikan pembicaraan Nabi Muhammad saw sebagai dzikir. Dziir dalam arti ingat kepada kekuasaan Allah, demikian juga dzikir dalam arti memuji kepada Asma Allah swt.

 

Kesembilan, Allah swt menjadikan penglihatan Nabi Muhammad saw sebagai pelajaran kepada beliau. Setiap yang dilihat beliau dijadikan pelajaran untuk meningkatkan keimanan kepada Allah swt.

 

Hadirin siding Jum’ah rahimakumullah

Meskipun tiga wasiat yang terakhir khusus ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, seharusnya kita selaku umatnya mengikuti jejak langkah beliau. Mudah-mudahan duduk kita disertai berfikir atau tafakur, pembicaraan kita menjadi dzikir, demikian juga penglihatan kita pun bisa menjadi pelajaran bagi kita. Amin ya robbal ‘alami.

 

بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

 

 

Ditulis oleh : Tamrin MN ( Wakil Ketua LTN NU Kab. Tegal )

Save

banner 468x60)

Wasiat NAbi Muhammad SAW

Related Post

  • الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنّا لنهتدي لولا

  • الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنّا لنهتدي لولا